PEMBELAJARAN KIMIA KONTEKSTUAL PADA MATERI LAJU REAKSI BERBASIS PROJEK
Sasaran: Guru SMA
Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan kualitas pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran kimia adalah masih adanya kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam belajar kimia. Hal ini mengakibatkan banyak siswa mengalami kegagalan dalam mempelajari materi kimia. Kesulitan ilmu kimia ini terkait dengan ciri-ciri ilmu kimia itu, yaitu sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak, berurutan, dan berkembang pesat.Ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari materi yang sebenarnya, tidak hanya sekedar memecah soal tetapi materi yang dipelajari sangat banyak.
Untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari kimia diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mengubah pemikiran siswa bahwa belajar kimia itu menyenangkan dan tidak sulit. Salah satu strategi yang ditawarkan oleh para ahli dan telah terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa konsep-konsep kimia dan literasi sains adalah pembelajaran yang berbasis kontekstual. Salah satu konteks yang dapat dijadikan fokus dalam pembelajaran kimia adalah pembuatan pupuk organik cair dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar tempat belajar siswa. Dalam pengolahan bahan-bahan alam menjadi pupuk cair melibatkan berbagai proses kimia dan di dalamnya terdapat konsep-konsep esensial yang dapat dipelajari oleh siswa. Oleh karena itu, guru dapat memanfaatkan proses ini sebagai konteks dalam pembelajaran kimia. Dalam proses pembuatan pupuk organik cair melalui fermentasi dengan bantuan bakteri tertentu (dapat mudah diperoleh di took pertanian) dihasilkan etanol dan gas karbon dioksida. Laju pembentukan gas karbon dioksida dapat ditentukan dengan mengukur volume gas pada perioda tertentu sampai reaksi fermentasi selesai. Percobaan ini dapat dilakukan oleh siswa untuk materi laju reaksi dengan rincian percobaan pengaruh jenis bahan yang digunakan (sifat zat), pengaruh luas permukaan bahan, pengaruh konsentrasi, serta pengaruh suhu terhadap laju reaksi fermentasi.
Diklat ini membekali guru bagaimana mengemas pembelajaran kimia secara kontekstual, melaksanakan percobaan fermentasi disertai teknik pengukuran volume gas yang dihasilkan, serta mengemas pembelajaran dengan model Projek Based Learning (PjBL). Semoga diklat ini akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap kualitas pembelajaran kimia di sekolah. Harapan besar kami melalui diklat yang dilaksanakan, guru dapat melaksanakan pembelajaran kimia dengan baik sehingga pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia dan kemampuan berpikir kritis menjadi lebih baik.
Diklat ini dibagi dalam 3 Sesi:
SESI 1. Pembelajaran Kimia Kontekstual pada Materi laju reaksi berbasis projek
SESI 2.Eksperimen Penentuan Hukum Laju reaksi pada proses pembuatan pupuk organik cair melalui fermentasi
SESI 3. Pembelajaran Kimia berbasis Projek
- Teacher: Omay Sumarna